TUTORIAL GRATIS CARI DUIT DI INTERNET

adalah Majalah Blog Untuk Pendidikan bagaimana Menghasilkan uang diinternet juga melayani jual beli Paypal Alertpay LibertyReserve dan Deposit Pulsa

KAMPUNGKU YANG INDAH

KAMPUNGKU YANG INDAH
Jaya Guna 2 Gunung Sugih.. Q dilahirkan

Kamis, 11 Februari 2010

BOSEN YANG MLM Yuk gabung di DPC

Selamat Datang di DEWA PULSA CELLULER Semua Operator Solusi Bisnis Pulsa Anda.
Kami bergerak di bidang Jasa Pengisian Pulsa Elektrik Semua Operator atau Sering di sebut Pulsa ALL Operator/Pulsa Multi Operator, membuka Peluang Bisnis Pulsa Bagi Siapa Saja yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan Jualan Pulsa.
Selain itu kami membuka Peluang bagi siapa saja yang ingin mendapatkan Pasif Income dari Bisnis Pulsa dengan menjadi Dealer kami, kami tidak membeda-bedakan harga untuk semua, semua mendapatkan harga yang sama, dan itu artinya semua mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan Pasif Income dengan merekrut agen baru yang mendaftar melalui anda. (Liat Brosur)
Dengan memberikan harga PULSA MURAH kepada anda, kami yakin anda dapat bersaing dengan Dealer Pulsa Elektrik lain, Silahkan download daftar harga PULSA MURAH kami (Up to Date) :

Bosen yang MLM gabung aja jualan pulsa. DAFTAR gratis..
READ MORE - BOSEN YANG MLM Yuk gabung di DPC

Read more...

Jumat, 23 Oktober 2009

MENGHIDUPKAN HATI NURANI

DIANTARA kalimat yang paling sering kita dengar adalah “hati nurani”. Tuntutan meng-aktualisasi-kan nilai-nilai dari hati nurani semakin bergema saat hukum jauh dari nilai-nilai keadilan karena hanya sekedar berperan sebagai teknologi undang-undang yang tidak mampu membawa bangsa dan negara ini kearah kehidupan yang lebih tertur, tertib, aman dan tenteram. Saat kemaksiatan semakin merajalela, saat ekonomi belum juga mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat, Karena ia hanya menjadi eksploitasi bisnis demi keuntungan pribadi dan kelompok. Ketika kemiskinan dan kesejahteraan hanya menjadi bahan seminar dan diskusi karena belum mampu melahirkan sikap keberpihakan pada rakyat yang menderita.
Politik sangat jauh dari aspirasi rakyat, bahkan sebaliknya politik adalah teknologi memanipulasi. Lembaga-lembaga politik seperti DPR dan MPR tak lebih dari karikatur demokrasi yang lebih sibuk dengan urusan internal dari pada mendengar aspirasi rakyat. Kasus-kasus korupsi yang menimpa negeri ini adalah bagian dari fenomena telah lemahnya nurani.

Tidak dapat di pungkiri, semua krisis dan masalah ini bermuara pada matinya “hati nurani kita” sebagai anggota masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, semua harus merasa berkewajiban untuk menghibau dan mengajak untuk menghidupkan hati nurani. Namun masalahnya menghidupkan hati nurani bukan seperti menghidupkan bola lampu yang cukup dengan menekan saklar atau menghidupkan lilin yang cukup dengan korek api.

Kenyataannya, walaupun sudah banyak yang menghimbau dan mengajak untuk menghidupkan hati nurani, mulai dari rakyat kecil menghimbau dengan berbagi deritanya, para aktivis dakwah dengan aneka taujih dan tausyiahnya, mahasiswa dengan gerakan moralnya sampai dengan politisi dan presiden, gubernur, ataupun bupati yang menghimbau dengan bahasa pidato yang mugkin sangat indah didengar namun jauh dari kesungguhannya. Realitanya, belum ada perubahan yang segnifikan dalam kehidupan kita. Mungkin masalahnya, ketidaktauan kita tentang apa hati nurani itu sebenarnya?

Dalam teminologi Arab, nurani disebut dengan dhamir, istilah dhamir ini di pahami sebagai perasaan kejiwaan yang berperan aktif dalam diri sebagai pengontrol(provost), yang memerintah untuk melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan, ketika dirim dalam kebaikan dan sebalik nya akan melahirkan rasa sedih, dan tertekan bila diri dalam kemungkaran dan kejelekan.

Ketika kita berbohong dengan orang lain misalnya, bisa jadi manusia tidak pernah tahu tentang kebohongn kita tetapi nurani(dhamir) kita yang hidup akan melahirkan perasaan bersalah dan tertekan karena dosa tersebut. Rasulullah Saw mendefiniskan dosa sebagai sesuatu yang akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman dan tertekan dalam hati. Di samping itu, pelakunya tidak menyukai orang lain tahu perbuatan tersebut Artinya, nurani kita akan menolak saat kita hendak melakukan perbuatan dosa sekecil apapun.

Nurani merupakan standar sah dalam diri kita menilai kebenaran keotentikan hidup kita. Rasulullah Saw bersabda, “Mintalah fatwa dari hati nurani kita, kebenaran adalah apabila nurani dan jiwamu tenang terhadapnya sementara dosa apabila hati mu gelisah,” (HR.Ahmad ). Ini tentunya terjadi apabila nurani (dhamir) kita hidup dan sehat.

Dhamir berada dalam ruang spiritual, kematian nurani merupakan krisis spiritual. Beberapa ahli psikologi menyebutkan fenomena ini dengan beberapa istilah, seperti spritual alienation (keengganan spirtual), spiritual illiness(penyakit hati), spiritual emergency(krisis spritul). Krisis spritual berlanjut pada eksistensi diri sebagaimana disebut Carl Gustav Jung sebagai existensial liness (krisis eksistensi). Semua ini bermuara pada semakin lemahnya kecendrungan dan kemampuan manusia dalam mengenal Tuhannya dengan segala perintah dan laranganNya. Dalam bahasa sederhana, bisa dikatakan sebagai proses lemahnya iman kepada Tuhan. Inilah sebenarnya pemasalahan kita semua yang telah melahirkan berbagai krisis. Dan kita harus sadar, bahwa segala krisis baik dalam bidang ekonomi, makanan, lingkungan, maupun krisis kesehatan, sebenarnya timbul dari krisis spiritual dan krisis kita terhadap Tuhan.

Pelangagaran terhadap nilai-nilai Islam yang telah semakin parah memasuki semua lini kehidupan masyarakat kita juga merupakan salah satu konsekuensi logis dari matinya hati nurani. Mulai dari kasus-kasus pelenggaran syari’at yang dilakoni oleh rakyat kecil, sampai kasus-kasus besar yang diperankan oleh para elit dan intelektual kita. Kasus-kasus khalwat, maisir, perzinaan semakin hari semakin akrab saja ditelinga kita, budaya pacaran yang semakin merajalela dan meresahkan, raut wajah para pelakunya pun seolah tidak ada perasaan bersalah sedikitpun, lebih miris lagi karena drama-drama itu diperankan didepan khlayak ramai tanpa rasa malu sedikitpun, tak ubahnya Aceh kita seperti Texas-nya amerika. Dan kondisi ini sungguh sangat ironis dengan status Nanggroe Aceh sebagai serambi Mekkah dan Nanggroe Syari’at yang dihuni oleh mayoritas umat Islam dengan ribuan intelektual Islam-nya.

Kita juga disuguhkan dengan berita bobolnya kas Aceh utara sebanyak RM 20 M (Serambi Indonesia, 22/5/2008), kasda Bireuen sebesar Rp 8,8 M lebih (Modus Aceh, Mei 2009), dana hibah paska banjir 2008 dari Menko Kesra RM 16 M raib tidak masuk ke kas Pemda Aceh Timur, sampai akhirnya realisasi APBA 2008 yang hanya 67,21 persen. Uang rakyat, yang merupakan amanah untuk memakmurkan rakyat, sia-sia dan tidak berhasil dioptimalkan dengan sempurna. Malah kita mendengar uang sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) APBK Aceh Utara didepositokan di Bank Mandiri di Jakarta untuk mendapat bunga (yang merupakan riba dan haram dalam Islam). Semua ini adalah gejala matinya hati nurani.

Iman adalah kata kunci dalam setiap permasalahan nurani dan spritualitas. Karena iman bagi spritualitas adalah ibarat air bagi tanaman. Sementara spirtualitas yang sehat dengan iman yang kuat dan benar akan menghidupkan nurani. Untuk itu, menghidupkan nurani harus dengan menghidupkan keimanan kita kepada Allah dalam diri kita. Orang beriman adalah orang yang hidup hati nuraninya. Rasulullah Saw ketika ditanya, “Apabila engkau merasa bersalah dengan perbuatan dosamu dan merasa senang dengan perbuatan baikmu, maka kamu seorang mukmin(beriman).” (HR. Ahmad). Jadi, imanlah yang menjadi sumber kepekaan nurani kita. Nurani yang hidup adalah nurani yang beriman kepada Allah. Yaitu iman kepada Allah sebagai Tuhan yang disembah, ditaati, diaptuhi sekaligus ditakuti siksanya dan diharap surgaNya. Bukan sekadar mengimani bahwa Tuhan itu ada. Iman yang seperti ini – yaitu patuh pada tuntutan Allah dan RasulNya – akan menjadi pengontrol efektif bagi diri kita. Rasulullah Saw bersabda, “Apabila Allah mencintai seseorang hamba, Dia menjadikan baginya pemberi nasehat dari jiwanya dan pengingat dari hatinya yang memerintahnya dan melarangnya.” (HR. Ahmad). Itulah nurani yang hidup dengan iman.

Iman akan tetap terjaga dalam hati dengan menghidupkan rasa muraqabatullah (perasaan selalu diawasi Allah). Sebuah rasa yang lahir dari keyakinan bahwa tidak ada satupun di alam semesta ini yang luput dari ilmu Allah. “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi?. Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tidak ada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dia-lah yang keenam.” (QS.Al-Mujaadalah: 7). Muraqabatullah ini selanjutnya akan efektif mengontrol perbuatan kita. Orang yang mempunyai nurani yang hidup dengan imannya bukanlah orang suci yang tidak pernah terbetik dalam hati niat salah atau jahat. Tetapi orang yang mempunyai pengontrol yang bisa menjauhkan dirinya dari kejatuhan dalam lembah dosa. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau zalim, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosanya dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa mereka sedang mereka mngetahui,” (QS. Ali-Imran: 135). Wallahu a’lam bish-shawab. T. Zulkhairi | Peminat masalah Sosial dan Keagamaan, tinggal di Matangkuli Aceh Utara.
READ MORE - MENGHIDUPKAN HATI NURANI

Read more...

Cerita Cinta

Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.
Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak CINTA “Aduh! Maaf, CINTA!,” kata kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.
Tak lama lewatlah kecantikan “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,” teriak CINTA “Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,” sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan “Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!,” kata CINTA. “Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa.
Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah WAKTU,” kata penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong” tanya CINTA heran “Sebab HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU”
READ MORE - Cerita Cinta

Read more...

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”

Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.

Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.

Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.

Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.

Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.

Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.

”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.

”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.

Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.

Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.

Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.

”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.

Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.

Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.

Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.

”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.

Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?

Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?

Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.

Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.

Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.

Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Lewat kata yang tak sempat disampaikan

Awan kepada air yang menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *
READ MORE - Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Read more...

Bahkan, Tanpa Melakukan Apa-apapun anda akan Tetap Menjadi Jutawan .. Hanya Jika Anda Mau!

Ketaraangan gani - Padang – gani_xxxx@yahoo.co.id dan Ir Joko Setiawan - Jakarta - joko_xxx@yahoo.co.id

Awalnya sich ngak percaya dengan program-program investasi di internet, habis janjinya muluk-muluk melulu.. tapi setelah lihat situs asetmandiri saya tertarik untuk daftar ( karena memang gratis daftarnya..hehehe ) awalnya iseng,lama-kelaman setelah mempelajari support sistemnya ehhhh ,, ternyata luaaar biasaaa. Suwer, disini tanpa iklan tanpa cari downlinepun kita masih bisa punya pendapatan,berbeda dengan bisnis-bisnis online yang lain yang mengharuskan saya untuk mencari member agar dapat komisi 50% atau bahkan 25% kaciaan dech aku kalau ngak promo ya ngak dapet apa-apa.. makasih buat aset mandiri belum satu minggu join udah dapet Rp. 1.000.000 dan hebatnya yang Rp. 280.000-nya dari bonus randomizer systemnya(alias gratis..)SEKARANG! genap 1 bulan asetku sudah membengkak menjadi 35 juta WoW!…. Trimakasih tuhan.,trimakasih aset mandiri… saya akan buktikan menjadi yang pertama untuk dapetin 1 milyar disini. Ada yang mau register dan mempelajarinya.. klik disini untuk daftar Gratis
READ MORE - Bahkan, Tanpa Melakukan Apa-apapun anda akan Tetap Menjadi Jutawan .. Hanya Jika Anda Mau!

Read more...

Rabu, 14 Oktober 2009

INFORMASI CPNSD LAMPUNG

lowongan cpns lampung... LAngsung adja deh Klik Disini...
READ MORE - INFORMASI CPNSD LAMPUNG

Read more...

KHUSUS LAGU

SAAT LANJUT USIA (SHELA ON SEVEN) MP3

  © Blogger template PingooIgloo by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP